Skip to main content

Featured

Share Makalah Moment 3



Coba nge-share hasil tugas makalah ICT kemaren ah... siapa tau manfaat...

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Membahas masalah pendidikan sebenarnya juga membahas masalah kebudayaan dan peradaban. Bahkan, secara khusus gagasan pendidikan akan menambah wilayah pembentukan peradaban di masa depan.  Pendidikan adalah upaya merekronstruksi pengalaman-pengalaman peradapan umat manusia secara berkelanjutan guna memenuhi tugas kehidupannya, generasi demi generasi. Upaya rekronsturksi pengalaman ini dapat kita pahami dari dua sisi sekaligus, yakni sisi proses dan sisi lembaga.
Pendidikan adalah suatu hal yang begitu penting dalam kehidupan, dari pendidikan seseorang bisa mendapat ilmu yang ia butuhkan suatu hari. Dewasa ini, pendidikan semakin maju saja.Di Indonesia pendidikan wajib sampai 12 tahun atau sampai SMA (Sekolah Menengah Atas). Semakin hari para pendidik juga di tuntut kreatif untuk mencari cara-cara pembelajaran baru untuk menjadikan siswa-siswanya supaya tidak bosan dan menciptakan pembelajaran yang mengasyikkan bagi siswa-siswanya.  Terutama bagi pengajar  SD/MI, kebanyakan dari mereka mudah bosan pada waktu belajar mengajar. Maka dari itu pengajar di tuntut untuk membuat metode-metode baru untuk menanggulangi mereka yang mudah bosan.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin hari semakin canggih, dengan kecanggihan ini pendidik bisa memanfaatkannya dalam metode pembelajaran. Mulai dari membuat game edukasi atau lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi informasi dan komunikasilah yang merupakan salah satu penyebab dan pemicu perubahan dalam dunia pendidikan. Lewat perkembangan teknologi komputer, internet dan telepon, dunia seakan-akan berada dalam ujung jari kita. Apa yang terjadi di belahan bumi lain, secepat kilat atau bahkan cahaya akan sampai di belahan bumi lainnya melalui laporan hot news atau berita internet. Melalui search engines kita bisa dapat dengan mudah mencari referensi yang diinginkan, dengan biaya murah, sementara dengan email seseorang bisa saling berhubungan dengan orang berjarak ribuan kilometer sekalipun, atau dengan mengakses internet seseorang dapat melihat video-video edukasi untuk menambah pengetahuannya.
Di Indonesia, dampak perubahan itu  belum terasa secara merata. Pemanfaatan teknologi internet masih dilakukan oleh sekolah atau kampus-kampus besar di kota-kota besar. Sementara di banyak daerah yang infastuktur dan intrastrukturnya belum memadai, gambaran diatas baru merupakan bayangan ketimbang impian.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa fungsi perkembangan IPTEK?
2.      Apa fungsi dari system komunikasi terhadap pembelajaran di SD/MI?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Memberi pengaruh serta Pengenalan tentang wawasan IPTEK sebagai media pembelajaran.
2.      Mengetahui perkembangan kemampuan pada proses pembelajara di SD/MI.













BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah IPTEK di Indonesia
Perkembangan ilmu pengetahuan memberikan dampak yang besar dalam penemuan baru dalam bidang teknologi. Pada akhir abad ke-15 muncul gerakan yang bertujuan mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan istilah renaisnans, yaitu suatu gerakan yang ingin melahirkan kembali kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno. Renaisnans menjunjung tinggi kemampuan manusia, baik cara berfikir atau menemukan dan menciptakan. Dengan adanya gerakan ini, semua orang bebas berfikir untuk menghasilkan penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain gerakan renaisans, juga muncul gerakan yang di sebut dengan humanisme, yaitu suatu gerakan yang bertujuan mempelajari dan mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan untuk diabdikan bagi kepentingan manusia.[1]
Memasuki abad ke-18, ilmu pengetahuan berkembang pesat hingga abad ini sering disebut dengan abad pemikiran.Abad ke-18 merupakan adab penemuan berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, maupun teknologi.[2]
Penemuan di bidang teknologi adalah abad teknologi yang membawa dunia berkembang dengan lebih jauh dan lebih cepat dari masa sebelumnya. Bersamaan dengan itu, pertumbuhan bangsa-bangsa dan segala peradabannya juga melaju dengan cepat sehingga abad ke-21 manusia mampu menciptakan berbagai peralatan dan teknologi canggih.
Pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan sangat pesat menyebabkan berkembangnya berbagai macam industri di berbagai Negara, termasuk Indonesia.
Sementara di Indonesia, ilmu pengetahuan dan teknologi mulai berkembang sejak masa kolonial Belanda. Di tandai dengan berdirinya perusahaan swasta asing, misi keagamaan dan pendidikan Barat. Semuanya merupakan bagian dari eksploitasi ekonomi.
Teknologi modern Barat memperkenalkan teknologinya yang pertama melalui pabrik gula. Moderenisasi teknologi tersebut kemudian menyebar pada sektor lainnya seperti galangan kapal, pertambangan batu bara, timah, gas, dan minyak bumi.
Sejak pertengahan abad ke-19, perkembangan ilmu pengetahuan barat telah tersebar di Indonesia dengan melalui pembukaan sekolah-sekolah Barat bagi bumiputra.[3]

B.     Pengertian IPTEK
IPTEK adalah singkatan dari ilmu pengetahuan, teknologi. Bisa dikatakan IPTEK yaitu, segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan. Secara bahasa ilmu berarti pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sedangkan pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui ataupun diketahui seseorang akibat dari pengalaman, pengetahuan tidak bisa dikatakan ilmu karena kebenarannya belum teruji. Sementara itu teknologi adalah sarana bagi manusia untuk menyediakan kebutuhan yang memudahkan aktifitas mereka.
Menurut Information Technology Association of America (ITTA),teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen system informasi berbasis komputer. TI memanfaatkan komputer elektronik dan perangkat lunak komputer untukmengubah, menyimpan, melindungi, memproses, mentransmisikan, dan memperoleh informasi secara aman.[4]
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi manusia untuk benkomunikasi serta mendapatkan informasi tanpa batasan ruang dan waktu.

C.    Peran dan Tujuan IPTEK
Prinsip adalah sebuah aturan yang mendasar, garis besar/acuan, atau ide motivasi, yang diaplikasikan pada sebuah situasi, untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan.[5]
Tujuan Teknologi Informasi (TI) adalah untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan.[6]
Prinsip “High-Tech-High-Touch,” yaitu semakin Anda tegantung pada teknologi maju, seperti TI, maka semakin penting untuk mempertimbangkan aspek “High-Touch,” yaitu sisi manusianya.
Aspek yang ditekankan adalah kita harus selalu meyesuaikan TI terhadap manusia daripada meminta manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan IT.



D.    Fungsi Teknologi Informasi
Ada enam fungsi dari teknologi informasi, yaitu sebagai berikut.
a.       Menangkap (Capture)
b.      Mengolah (Processing)
Mengkompilasi catatan rinci dari aktivitas, misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan sebagainya.
Mengolah/memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan/pemrosesan data dapat berupa konversi penggunaan bahan data kebentuk lain), analisis (analisis kondisi), perhitunan (kalkulasi),  sintesis (penggabungan) segala bentuk data dan informasi.
1)      Data Processing, memproses dan mengolah data menjadi suatu informasi.
2)      Information processing, suatu aktivitas komputer yang memproses dan mengolah suatu tipe/bentuk dari informasi dan mengubahnya menjadi tipe/bentuk yang lain dari informasi.
3)      Multimedia system, suatu system komputer yang dapat memproses berbagai tipe/bentuk dari informasi secara bersamaan (simultan).
c.       Menghasilkan (Generating)
Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna.Misalnya laporan, table, grafik, dan sebagainya.
d.      Menyimpan (Storange)
Merekam atau menyimpan data dan informasu dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainya.Mislannya disimpan ke Harddisk, tape, disket, compact disk (CD), dan sebagainya.
e.       Mencari kembali (Retrival)
Menelusuri, mendapatkan kembali informasi atau menyalin (Copy) data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas.

f.       Transmisi (Transmission)
Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya mengirimkan data dari userA ke user lainya.[7]

E.     Keuntungan Penerapan Teknologi Informasi
Berikut adalah keuntungan dari penerapan teknologi informasi.
a)      Kecepatan (Speed)
Komputer dapat mengerjakan sesuatu yang kompleks dalam hitungan detik, sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang dapat dikerjakan manusia.
b)      Konsitensi (Consistency)
Hasil pengolahan lebih konsisten tidak berubah-ubah Karena formatnya (bentuknya) sudah standar, walaupun dilakukan berulang kali, sedangkan manusia sulit menghasilkan yang persis sama.
c)      Ketepatan (Precision)
Komputer tidak hanya cepat, tetapi juga lebih akurat dan tepat (presisi).Komputer dapat mendeteksi suatu perbedaan yang sangat kecil, yang tidak dapat dilihat dengan kemampuan manusia, dan juga dapat melakukan perhitungan yang sulit.
d)     Keandalan (Reliability)
Apa yang dihasilkan lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan dilakukan oleh manusia. Kesalahan yang terjadi lebih kecil kemungkinannya jika menggunakan komputer.[8]


F.     Internet dalam Dunia Pendidikan
Dunia pendidikan sebenarnya juga tidak jauh dari perkembangan internet. Dewasa ini, segala hal di titik beratkan pada internet, untuk mencari apapun hal yang dibutuhkan di dunia pendidikan bahkan untuk media bisnis. Kampus adalah dunia yang paling dekat dengan dunia ini sebelum dunia bisnis atau hiburan. Pemanfaatan internet untuk menyimpan dan membagi informasi menjadikannya sebagai perpustakaan raksasa. Maka dari itu internet sangat menguntungkan orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan.Para siswa, mahasiswa, dan guru tidak perlu mencari-cari buku di perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliah. Dengan memanfaatkan serach engine, mereka dapat memanggil materi-materi yang relevan.
      Selain itu, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date.Buku-buku teks konvensional memiliki rentang waktu antara proses penulisan, penerbitan, sampai ke tahap pemasaran. Kalau ada revisi, itu akan dimuat dalam edisi cetak ulangnya, yan jelas membutuhkan waktu. Kendala atau masalah semacam ini nyaris tidak ditemui dalam publikasi materu ilmiah di internet mengingat meng-upload sebuah halaman web tidaklah sesulit menerbitkan sebuah buku.Hal inilah yang menyebabkan terbitan materi ilmiah melalui internet cenderung lebih aktual.
G.    Guru di Abad Internet
Guru pada abad ini dan selanjutnya ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi dan komunisasi. Pembelajaran di kelas dan pengelolaan kelas, harus di sesuaikan dengan standar kemjuan teknologi informasi dan komunikasi, atau yang lebih di kenal dengan ICT (information communication technology). Mengelola kelas berbasis ICT akan menunjang daya adaptasi serta adopsi siswa terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
      Peran guru tidak lagi menjadi seorang infomediary karena peserta didik sudah dapat secara langsung mengakses sumber-sumber pengetahuan yang selama ini hanya di dapat dari guru di kelas. Guru akan lebih berfungsi sebagai konselor, pelatih, partisipan para siswa yang sedang mengalami proses pembelajaran. Bahkan banyak guru dan siswa belajar dan menuntut ilmu bersama melalui interaksi yang ada di antara keduanya ketika sedang membahas suatu materi.
      Perubahan peran guru yang terjadi saat ini karena siswa yang di hadapi guru di masa sekarang berbeda dengan siswa zaman dahulu.
      Marc prensky (2001), sebagaimana dijelaskan oleh Bona dalam tulisannya tentang sekolah di abad 21, mencatat beberapa perbedaan fundamental antara para siswa saat ini dengan para guru mereka.Prensky membuat kategorisasi generasi yang lahir pada era digital dan yang lahir di era sebelumnya.Ia menyebut generasi yang lahir pada era digital ini sebagai digital native, sementara yang lahir pada generasi sebelumnya namun akrab dengan teknologi digital disebut digital immigrant.[9]
Generasi dalam pandangan Prensky adalah mereka yang sejak lahir telah dilingkupi oleh berbagai macam peralatan digital seperti komputer, videogames, digital music player, kamera video, telepon seluler serta berbagai macam boneka dan perangkat yang khas era digital.[10]Perbedaan watak kedua generasi itu pada akhirnya terbawa pada pola pikir. Para siswa digital native menurut Prensky, lebih menyukai proses berfikir yang paralel (memikirkan beberapa hal sekaligus) dan multi-task (melakukan dua kegiatan atau lebih sekaligus), mereka lebih menyukai melihat gambar atau grafik terlebih dahulu daripada membaca teks yang tersedia, mereka bekerja dengan baik dalam lingkungan yang tersedia pada jaringan internet, serta lebih menyukai permainan daripada pekerjaan yang bersifat lebih serius.
      Sementara, para guru (digital immigrant) kurang memahami dan meyadari perbedaan ini.Para guru terlalu terikat dengan keterampilan-keterampilan yang telah mereka memiliki sejak lama seperti bekerja bertahap, pelan, mengerjakan pekerjaan satu demi satu. Para guru dan bahkan orang tua siswa tidak percaya bahwa para siswa dapat belajra dengan baik meskipun mereka melakukannya sambil menonton tv atau mendengarkan musik karena mereka (para guru) tidak terbiasa dengan itu. Para guru perbendapat bahwa pendidikannya dahulu tepat untuk mereka juga masih tepat untuk para siswa yang mereka didik saat ini. Kesenjangan keterampilan dan pemahaman semacam ini menyebabkan timbulnya permasalahan d dalam kelas. Banyak siswa yang akhirnya malas belajar karena merasa kurang dihargai dan dipahami oleh guru mereka.
      Dengan demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan para guru untuk memacu kompetensi yang dimilikinya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang sekarang berlangsung bukannya berhenti di kemudian hari, tetapi justru akan senantiasa mengalami kemajuan-kemajuan. Semua hal itu adalah agar guru tetap menjadi sosok yang berwibawa dan smart.
H.    Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan
  1. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dijadikan alat dalam mendukung pengembangan pengetahuan bagi para siswa.
  2. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dapat mewakili gagasan pelajar bagi pemahaman dan kepercayaan
  3. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan merupakan salah satu sarana informasi yang sangat mendukung dalam proses belajar siswa serta dalam hal pencarian dan pengidentifikasian informasi yang diperlukan siswa.
  4. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dapat dijadikan sebagai perbandingan kepercayaan, perspektif, dan pandangan terhadap dunia.
  5. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan sangat bermanfaat sebagai media sosial yang dipergunakan untuk mendukung proses berbicara bagi siswa yang terkadang enggan berbicara didepan umum.
  6. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dipergunakan siswa untuk berkolaborasi dengan siswa ataupun orang lain.
  7. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dipergunakan untuk berdiskusi, penyampaian pendapat serta membangun konsensus antar anggota.
  8. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dapat dipergunakan sebagai mitra intelektual dalam perannya untuk mendukung para pelajar.
  9. Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dapat membantu pelajar dalam mengartikulasikan dan memprentasikan ilmu apa yang mereka ketahui tentang sesuatu hal.
10.  Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dijadikan alat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah yang menerapkannya.
11.  Manfaat Teknologi dalam dunia Pendidikan dapat membantu meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses belajar dan mengajar (siswa dan guru).[11]
12.  Manfaat Teknologi dalam dunia pendidikan dipergunakan untuk mempermudah pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
I.       Dampak Positif dan Negatif
1.      Dampak positif
a.       Mempermudah aktivitas
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan teleomunikasi.
b.      Mempermudah informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, tanpa informasi kita akan tertinggal karena berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat.
2.      Dampak negatif
a.       Mempengaruhi pola pikir
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru.Terutama dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai alat elektronik.
b.      Hilangnya budaya tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mall dan perhotelan. Mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti budaya perdagangan yang dulunya lebih dikenal dengan pasar tradisional sekarang menjadi pasar modern.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
      Internet telah menjadi tren teknologi yang penggunaannya bukan hanya usia dewasa namun juga pada usia sekolah. Potensi internet untuk pendidikan dan pembelajaran terletak dalam dua fungsi utaa internet, yakni sebagai sumber informasi dan sebagai media komunikasi dan publikasi.
        Dengan ICT literacy atau kemelekan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seseorang akan menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan jejaring yang tepat untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan membuat informasi agar bisa berfungsi dalam ekonomi berbasis pengetahuan. Ia juga akan mampu menggunakan teknologi sebagai alat untuk meneliti, mengorganisasikan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi, dan tentu saja pemahaman berkenaan dengan isu etis dan legal yang berkaita dengan ini.



DAFTAR PUSTAKA

Setyawaneno, Trisna Angga. 2013. “Sejarah Perkembangan IPTEK di Indonesia”. https://trisnaanggasetyawaneno.wordpress.com/2013/08/22/sejarah-perkembangan-iptek-di-indonesia/ (Agustus 22, 2013). Diakses tanggal 7 Oktober 2015.
Sutarman. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Rosyidah, Ainur. Menjadi Guru Smart dengan Internet.Yogyakarta: Skripta Media       Creative, 2012.
Cancer, Isal. 2013. “Manfaat Teknologi dalam Dunia Penddikan” http://artikelterkait.com/manfaat-teknologi-dalam-dunia-pendidikan.html. Diakses tanggal 05 Oktober 2015.






[1]Setyawaneno, Trisna Angga, “Sejarah Perkembangan IPTEK di Indonesia” (online), https://trisnaanggasetyawaneno.wordpress.com/2013/08/22/sejarah-perkembangan-iptek-di-indonesia.html
[2] Ibid
[3] Ibid
[4] Sutarman, Pengantar Teknologi Informasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 13.
[5]Ibid, 17.
[6]Ibid, 17.
[7]Sutarman, Pengantar Teknologi Informasi, 18.
[8]Ibid, 19.
[9] Ainur Rosyidah, Menjadi Guru Smart dengan Internet (Yogyakarta: Skripta Media Creative, 2012), 40.
[10]Ibid, 40.
[11] Cancer, Isal, “Manfaat Teknologi dalam Dunia Pendidikan” (online), http://artikelterkait.com/manfaat-teknologi-dalam-dunia-pendidikan.html
Semoga bermanfaat!!!

Comments

Popular Posts