Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Rima... Rima... Berirama...
Lagi buka-buka file lama dan menemukan ini ditumpukan berdebu.Coba share ah! iya...iya masih tentang yang alay-alay. Bahkan gua agak gak nyambung sama intinya. Gak apalah hargai perkembangan. Bener gak? Cekibrot....
Berlawanan
Saat semua
hanya di pertimbangkan dari tampang
Saat semua
hanya di ukur dari materi
Baik jika
cantik
Ramah
bila menarik
Siapa kamu?
Sini kamu?
Senyum mu manis
Wajahmu menarik
Matamu,
cara berjalanmu indah
Membuat semua
tertarik
Bagai sebuah
kutub magnet yang berlawanan
Terkadang
kebaikan hati tak terlihat
Tertutup
hitamnya sebuah permukaan
Nada
baik hanya untuk yang cantik
Kalimat indah
hanya untuk yang sempurna
Jaga diri
baik-baik
Hanya
yang terbaik akan terpilih
Seperti ikan
dengan formalin tanpa lalat
Itu lebih
baik meski tak sehat
Banyak lalat
akan cepat membusuk
Tak berguna
terbuang sia-sia
Hijabilah
dirimu, hatimu, dan perilakumu
Karena keindahanmu
hanya untuk-NYA
ALLAH..........
RintihanBunga
Buliran air jatuhbasahitanah
Bunga indah segar bahagia
Sang pohon tua ikut tertawa
Lain lagi, Debu....
Tadi menari kini bersedih
Mengalir lembut bersama rintik
air
Tapi...
Debu berjanjiakan kembali
Datang kemari polusi
Ketika Industri mulai beraksi
Kasihan Bunga...
Pikirannya mengangkasa
Bagaimana dengan harinya?
Bisakah sesegar hari ini
Saat permata bening itu
mengalir...tenang ...damai...
Debu, polusi...
Sampaikapan kalian akanmenari?
Saat kami mulaimenangis
Bagaisebuah roll film
Memori lama telahberputar
Ketika Bunga tersenyum bahagia
Menikmati terpaan udara sejuk
Atau nyamannya sinar matahari pagi
Dahan terayun-ayun seirama angin...
Kini hanya kenangan encyclopedia
Debu,
polusi tersenyum miring tertawa
Mahkota
indah berwajah muram
Bunga
ikhlaskan Allah tahu yang tak kamu tahu.....
Sajak
Surya
Matahari
menyingsing tersenyum malu-malu
Cahaya
nyaringan di pagi hari
Dedaunan
melambai-lambai
Berebut
menyerap cahaya
Fotosintesis
alasannya
Mereka
terlihat bahagia
Kini
hari beranjak siang
Sang
Matahari mulai sedikit aneh
Bersinar
penuh emosi
Dedaunan
yang tak kuat
Terkulai
layu
Apa
yang terjadi dengan Matahari?
Amarah
katanya
Pada
siapa? Manusia?
Mereka
sendiri penyebabnya
Tak
bisa menjaga bumi pertiwi
Matahari
begitu sedih, tak tega sebenarnya
Namun
apa daya? Biar mereka rasa
Allah
ciptakan sempurna
Tapi
apa balasannya, kerusakan dimana-mana
Matahari...
Ia
menjadi rahmat dan kutukan-Nya.
Percaya gak Percaya puisi diatas udah pernah nemplok mading sekolah loh! entah apa yang mereka lihat sehingga puisi Absurd ini bisa lolos. Emm, mungkin karena memang madingnya kosong kali ya!
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment