Skip to main content

Featured

Scenario Drama

Scenario Drama

(Sebuah Mimpi yang Tak Terduga, Inginku Tak Bangun Saja)
Personal Document

Masih ingat saat itu hari jadi salah satu organisasi, setiap fakultas harus mengeluarkan penampilan spesial. Temanku yang kemudian memiliki ide untuk membuat drama musikal, dia memberi sebuah tema dan menunjukkan padaku. Dengan, antusias, malang kemudian karena ternyata ia menyuruhku untuk menyusun skrip dramanya. Penampilan sudah tiga hari lagi dan kita belum memulai apapun. Malamnya, begadang adalah jalan satu-satunya. Meski sederhana, kucoba menyelesaikan amanah itu. Lebay bet dah.
Besoknya ku tunjukkan materi dan ternyata mereka menerima dengan senang hati, karena skrip lumayan panjang dan waktu penampilan tinggal 2 hari lagi akhirnyapun aku memutuskan untuk banting setir. Karena perlou banyak waktu untuk menghapal skrip, pada akhirnya muncul ide untuk merekam suara teman-teman. Malam kedua aku benar-benar hanya tidur cuma dua jam, kemudian bangun untuk berangkat kuliah. Bahkan sempat membolos dan mengedit suara serta lagu, sembunyi dikelas kosong. Paling sulit adalah mencari istrumen yang pas dengan suasana yang ingin dibangun serta memotong lagu pada bagian yang tepat. Dan, teman-teman yang lainnya sibuk menyiapkan properti panggung. Capek tapi sangat menyenangkan. 
Jam satu siang, acara dimulai dan kita cuma latihan sekali sebelum tampil, (Penampilan ini bukan gol, semacam audisi sebelum acara gong untuk melihat layak atau tidaknya penampilan kita nanti), dengan ala kadarnya kita menuju lokasi dan menunggu giliran. Aku tidak ikut tampil, berlaku sebagai operator saja kala itu. Tapi, aku nervous, jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya. Kita menampilkan dengan sepenuh hati sesuai dengan apa adanya. Ada tiga jugdes, 
"Berapa hari persiapan kalian?" 
"Cuma sehari untuk latihannya" seorang teman menjawab.
"Hah, cuma sehari kok bisa kepikiran buat dubbing?" Judge utama bertanya penasaran.
"Nah, karena waktu yang minim itu jadi kepikir buat dubbing." kemudian aku menyela.
"Oh, Oke sebuah keputusan yang sangat bijaksana, agar tidak bersusah ria menghapal skrip ya. Ada sedikit blocking dan ekspresi yang kurang ya, but overall udah bagus sih. kedukung dengan intrumennya. Jadi, kalian bisa tampil di panggung seni minggu depan." judge utama menutupnya dengan terima kasih dan salam.
Kita lega saat itu, dan mulai memikirkan beberapa koreografi sesuai dengan lagu. Latihan beberapa kali dan mempersiapkan diacara panggung seni minggu depan. Properti, wadrobe dan lain sebagainya. dengan skrip sederhana itu kita berhasil menjadikan sebuah drama simple yang menghibur. beberapa orang kagum dan bertepuk tangan. Sebuah kebanggan tersendiri bagi kita semua. Awalnya kita memilih drama adalah karena fakultas lain yang selalu mengejek fakultas kita tidak memiliki kompetensi seni dan cenderung melakukan hal-hal yang membosankan, namun kemudian kita bersatu menolak itu semua, bahkan mereka yang telah berkata begitupun ikut terseyum bangga. Bukan hal yang sangat baik, tapi sebuah catatan sejarah masa lalu yang Indah untuk dikenang.

Berikut adalah skrip drama berjudul "Big Dream" berisi tentang dua orang mahasiswa dari sebuah club melukis yang pada awalnya direndahkan dari club paduan suara di universitasnya karena tidak pernah mendapatkan prestasi apapun sepanjang sejarah didirikannya, sehingga nyaris dinonaktifkan dari unit kegiatan mahasiswa di Universitas itu berdasarkan wewenang kemahasiswaan yang menilai dari segi prestasi ukm juga alasan hanya dua anggota yang ada didalamnya. Lalu kemudian.....

Big Dream

Bagian Pertama
(Instrumen)
Mimpi adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, walau banyak masalah yang menghadang semangat untuk meraih mimpi harus tetap ditumbuhkan.
Prolog
Diceritakan di sebuah Universitas Swasta terkenal. Dua orang yang bersahabat sejak lama memiliki hobi sama yaitu melukis. Menurut mereka, perlu wadah untuk bakat mereka ini. Namun, di kampusnya tidak ada ukm yang menampung bakat melukis. Mereka berduapun berjuang untuk membentuk ukm barunya ini. Cemoohan seringkali datang pada mereka namun mereka tak gentar sama sekali, sampai suatu ketika mereka merasa lelah dan ingin berhenti...
Setting : Ruang Organisasi Lukis
Atul : (sambil rebahan diatas sofa). Akhirnya kita bisa dapet izin juga, setelah perjuangan berat itu. Sekarang aku mau istirahat bentar, capek debat daritadi…
Naela : Eh, kita gak boleh leha-leha tau. Inget kita cuman dikasih masa tenggang 1 bulan buat cari peserta lagi. Aku takut kita nggak bisa.
Atul : Tenang aja, kita ini orang bener dan nggak melakukan kesalahan. Allah pasti bantu kita. Kita harus tetap berusaha. Tapi, sekarang…istirahat dulu… (katanya dengan angkuh)
Naela : Ck, okelah terserah deh… Kalau kemahasiswaan dateng, kamu ya, yang ngadepin. Aku nggak berani…
Atul : halah… itu mah gampang tinggal rayu dikit… dia mah gampang…
Naela : (hanya bisa diam dengan perkataan Atul).
(Atul menyanyi untuk menennagkan Naela)
The world is full of surprises
But there's always a happy tommorow
Like the colors of a  rainbow
We will shine
We will shine
Laa la la la laa laaaa laaaaa laaaaaaaaa
We will shine
(Not Known – I Am)
Bagian Dua
Seletah I bulanpun mereka tidak mendapatkan anggota sama sekali.
Setting : ruang ukm
Tok…tok… tok…
Kemahasiswaan : Hey kalian, saya tahu kalian pasti didalam… tolong keluar…
Tok…tok…tok… (ia mengetuk pintu dengan membabi buta)
(Didalam ruangan Atul dan Naela bersembunyi dibawah meja dan kursi. Setelah sebelumnya melompat dari tempat awal mereka melukis)
Kemahasiswaan : Oke, saya Cuma mau beritahu bahwa ruang ini saya segel, karena masa tenggang waktu sudah habis dan ukm ini sama sekali tidak ada perkembangan… Saya kasih waktu dua hari untuk kalian merapikan barang-barang kalian…(ia pun berlalu).
(Mereka akhirnya keluar setelah mengetahui kemahasiswaan sudah pergi.)
Naela : Astagfirullah… bagaimana ini? (wajah Naela terlihat snagat khawatir)
Atul : Tenang aja, kita pasti bisa kok.
(Atul terlihat memikirkan sesuatu…)
Setting : Kantin
Atul : Ayo Ne, sekarang kita bagi-bagiin brosur ini ke semua mahasiswa yang ada disini. Kali ini kita harus dapet anggota baru… Atau kita gak bisa dapetin ruangan kita kembali…
Naela : oke, kita bagi tugas saja, aku bagi di depan dan kamu masuk kedalem…
Atul : Sip, kita ketemu lagi di sini ya…
(Didalam Kantin…)
(Atul membagi brosur kepada mahasiswa yang ia temui.)
Mahasiswa : Oke… Makasih…
Atul : (Kembali memberikan brosur ke sekolompok mahasiswa yang ternyata adalah teman sekelasnya sendiri) Eh, Floren… ini aku mau bagi brosur, nih kamu bisa lihat barangkali berminat.
Floren : Brosur Apa ini? Recruitment anggota ukm seni lukis? (Sambil baca brosur) What? Sejak kapan kamu bikin ukm ini
Atul : Baru sih, tapi aku yakin ukm ini akan memberi manfaat bagi yang ikut dan pasti akan merubah hidupmu… (katanya dengan sedikit tidak yakin)
Putri : hah,,,merubah hidup???,,,ngaca dong,,,,gaya mu aja amburadul kaya gitu, kok sok mau ngembangin organisasi,,kuliah aja gak niat, malah mau ngembangin organisasi,,,(dengan lagak sinis dan meremehkan)
Atul : Setidaknya aku sudah mencoba…
Mirta : Nah, kamu aja kelihatan nggak yakin dengan omonganmu sendiri? Bagaimana bisa mau mengajak orang lain untuk bergabung dengan ukm mu itu?
Dzakiyah : Udah lah ngapain capek-capek bikin ukm, gak ada manfaatnya. Mending kita hangout aja… shooping, nonton… hura-hura…
Floren : Lagian dengan penampilan kamu yang kayak gini, emang yakin, bisa bikin ukm ini tahan lama? Palingan bulan depan juga udah ditutup sama kemahasiswaan… (menghina dengan sepenuh hati)
Atul : maaf ya mbak,, saya hanya mengajak orang yang benar-benar ingin berkarya dan mau berjuang ,,,, jika mbak gak mau,,,gak apa kok,,,saya tidak memaksa,,,,dan tolong anda ingat,: jangan menilai orang dari luarnya saja. Ya sudah, nggak usah banyak komentar… Sini mana balikin brosusnya… (merebut brosur dari tangan Floren).
Floren : Ya udah nih, nggak usah kasar gitu juga kali…
(Akhirnya Atul keluar kantin dengan perasaan kesal…)
(Dia duduk sebentar disebuah kursi)
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my 
fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
(Starting right now) I'll be strong
I'll play my fight song
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
(Rachel Platten –Fight Song)

(Sementara diluar Naela…)
(Menunggu kedatangan Atul di tempat yang sudah di janjikan…)
(Atul datang kusut masai, Naela pun menghampirinya dengan wajah sumringah…)
Naela : Atuuulll…. Alhamdulillah aku dapet dua anggota baru… (sambil menggoyang-goyangkan tubuh Atul)
Oh ku bahagia
Oh ku bahagia
Kita berlari-lari
Bersama mengejar mimpi
Tak ada kata tuk berhenti
Semua bahagia semua bahagia
semua bahagia
semua bahagia
Matahari seakan tersenyum
(Sherina – Ku Bahagia)
Atul : Benarkah? Kamu nggak bohong kan?
Naela : Iya bener, nanti siang mereka aku suruh nggumpul di basecamp kita.
Atul : Oke, kita harus mempersiapkan diri… (Seketika saja Atul melupakan perasaan kesalnya tadi)
Bagian Ketiga
(instrument bahagia)
Saat mereka akan kembali ke kelas mereka bertemu dengan sekelompok anak dari ukm padus yang terkenal ngehitz dan popular…
Ukm padus di sini adalah ukm paling berpengaruh dan paling dibanggakan di kampus karena memiliki segudang prestasi yang membanggakan.
(Tidak sengaja pundak Atul menyenggol pundak salah seorang diantara mereka, sehingga menumpahkan minuman yang dibawanya…)
(Hal ini sangat membuat marah Atik…)
(Instrumen tegang)
Atul : (Reflek ia lalu berkata) maaf… nggak sengaja…
Atik : Eh, kamu nggak punya mata ya?
Atul : Alhamdulillah punya kok, ini nempel di muka… (Sambil kedipin mata berkali-kali)
Atik : Ih, Helloooo… pokoknya aku gak mau tau kamu harus ganti minumanku…
Atul : kan aku sudah bilang nggak sengaja, aku juga sudah minta maaf, ngapain aku harus ganti. Lagipula kayaknya itu minuman, tinggal dikit. Tuh liat gak tumpah…
Atik : Beraninya kamu ngomong gitu… Siapa sih kamu?
Ayunda : (Dengan memandang sebelah mata) dia ini ketua ukm seni lukis yang gak ada prestasi…
Retty : Ukm yang nggak pernah bisa banggain kampus dan bentar lagi aku yakin pasti ditutup…
Atik : Oh, ternyata kalian loooseeerrr?....
(Mereka berempat tertawa bersama…)
Jangan dekat-dekat denganku
Karena kamu bukan levelku
Kita beda kasta, beda segalanya
Jangan mimpi saingi aku
Kalau kamu masih punya malu
Modal dengkul aja, gak ada harganya
Gaya lo, tingkah lo, muka lo, kamseupay
Gaya lo, tingkah lo, muka lo, kamseupay
Gak sudi berteman sama rakyat jelata
Mendingan lo semua ke laut aja
Lihat ku aduhai, gaya pun keren pandai
Gak seperti lo semua yang kamseupay
Hooo eo eo euuuw kamseupay!
(Lolipop - Kamseupay)
Naela : (Atul mengambil ancang-ancang ingin berbicara sesuatu) Tul, sudahlah jangan berurusan dengan mereka, ayo kita pergi…
Atul : (ia menolak tangan Naela) Mendengar kalian merendahkanku, aku lagsung sadar, jadi aku harus berusaha lebih keras lagi. Terimakasih karena sudah merendahkanku…(tersenyum) (Sesudahnya ia pergi tanpa menghiraukan apapun)
Atik : Eh, kalian kita belum selesai ya… (berteriak sambil menunjuk kearah mereka, jelas perkataan Atul tadi telah membakar amarah Atik)
Atik : Vhe, cepet beliin aku minuman lagi…
Vhevhe : i..iya… (Dia pun berlari kembali kedalam kantin)
Bagian Ketiga
Setting : Ruang
Saat mereka baru sampai di ruang ukm, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan kemahasiswaan…
Kemahaswaan : (Menarik tas Atul yang terlihat berancang-ancang akan berlari, sedangkan Naela melangkahkan kakinya menjauh sejak tadi) heh, kamu kembali.. (Teriak dan menunjuk Naela agar kembali)
Kemahasiswaan : Sini kalian berdua… cepat bersihkan barang-barang kalian dari ruang ini se-ka-rang ju-ga, karena tempat ini akan digunakan tempat penyimpanan piala ukm padus…
Atul : Tidak bisa begitu pak… sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya, kita akan pergi dari sini ketika tidak ada anggota baru lagi kan?
Kemahasiswaan : Dan sekarang itu sudah terjadi pada kalian bukan? (mengatakannya dengan senyuman miring)
Naela : kita sudah memiliki anggota baru kok. Ini buktinya (menunjukkan folmulir pendaftaran anggota baru).
Kemahasiswaan : saya tidak bisa percaya begitu saja sebelum ada buktinya, bisa saja kalian palsukan formulir itu?
Naela : Oke, bapak butuh bukti? Itu buktinya ada dibelakang bapak…
Boys and Girls! Ayo pergi dengan ceria!
Ke cakrawala jauh di ujung sana
Boys and Girls! Mimpi apapun
Suatu saat akan terkabul
Boys and Girls! Ayo pergi dengan ceria!
Selama masih ada air dan daun
Boys and Girls! Mari tebarkan benih
Di tanah hati ini!
Kemahasiswaan : (melongo) oh, dari awal saya yakin kalian pasti bisa jika mau berusaha. Sekarang ini saya punya tantangan untuk kalian.
Atul : tantangan?
Kemahasiswaan : Iya, (sambil menunjukkan selebaran kontes)
Atul : Kontes lukis tingkat Nasiaonal? (Sambil baca) Tapikan kita belum pernah ikut kontes apapun sebelumnya?
Kemahasiswaan : itulah tantangan buat kalian, saya yakin kalian akan mendapatkan hasil sesuai dengan usaha kalian. (lalu pergi begitu saja).

Setting : ruang ukm
(Instrumen lembut)
(Mereka berempat duduk memutar dengan selebaran tadi ditengah-tengahnya…
Atul terlihat berpikir keras memikirkan ini.)
Atul : Apakah kita mengikuti kontes ini?
Naela : Ini mimpi, bisakah kita melakukannya? Aku takut, orang-orang akan menyepelehkan kita…
Nadia : Jika kita ingin bermimpi, pejamkan mata kita terlebih dahulu. Saat mata kita telah tertutup, bagaimana cara orang lain melihat kita bukan menjadi sesuatu yang penting lagi. Hanya di saat kita menutup mata, kita bisa menghadapi diri kita yang sebenarnya.
Atul : Tapi, impian tidak harus besar bukan? Hidup tenang setiap hari, bukankah itu juga impian yang baik?
Nadia : Kamu tidak punya ambisi, impian, juga target! Jika sesuatu darimu direbut, harusnya kamu marah! Setidaknya ini caramu marah, untuk merebut kembali ruang ukm ini…
Astiti : Kalian bisa ikut ini. Tapi tidak denganku. Aku sama sekali tidak punya bakat melukis. Aku ikut ukm ini adalah hanya untuk mengisi waktu luangku saja. Aku harap kalian akan berhasil. (Ia berusaha menguatkan teman-temannya)
Naela : Apakah mimpi hanya milik mereka yang mempunyai bakat? Tidak, Mimpi bukan hanya milik mereka yang berbakat, tapi milik semua orang yang berani untuk bermimpi. Kuncinya hanya satu, yaitu Niat, asal ada niat yang kuat, gak bakalan ada yang gak mungkin.
Atul : Iya benar, mari kita berjuang bersama-sama (tos)
Melangkah lagi jangan berhenti
Kau kan mengerti
Makna terbaik
Dari semua yang tlah terjadi
Melangkah lagi jangan berhenti
Kau kan sadari
Rahasia indah
Yang tersimpan
Dihari nanti
Teruslah melangkah… teruslah melangkah
Jangan menyerah
(Gita Gutawa – Terus Melangkah)
(Nadia bernyanyi dan lainnya berposisi sendang melukis…)
Bagian Keempat
(Lagu Mirai no Kajitsu)
(Mereka melukis dengan bahagia saat perlombaan dan juri-juri melihat-lihat sambil sesekali mengangguk-angguk…)
(Yang mewakili ukm mereka adalah Atul dan Nadia)
(Saat penilaianpun tiba semuanya… Atul dan Nadia bergandengan tangan sambil memejamkan mata. Mulut mereka terlihat merapalkan doa.)
Juri pertama : Assalamu’alaikum… oke, keputusan sudah kami buat… penilaian kami buat seadil-adilnya sesuai dengan kriteria yang kami mau..
Juri kedua : semoga keputusan ini tidak membuat siapapun kecewa dengan hasil yang sudah kami tentukan. Dan… semoga keputusan ini menjadikan kalian semua lebih bersemangat dan semakin mencintai seni lukis dalam hidup kalian… Jangan menyerah dengan impian kalian!
Juri Ketiga : bagi siapapun pemenangnya saya harap kalian tidak cepat puas dan selalu rendah hati.
Juri Pertama : Juara ketiga dimenangkan oleh … (instrument tegang) Candra…
Juri Kedua : Juara kedua dimenangkan oleh… (instrument tegang) Yunda (Anak ukm padus)
Juri Ketiga : Dan… yang kita tunggu…Juara pertama dimenangkan oleh…. Atul
Yeiy… semua bersorak gembira, Atul dan Nadia pun saling berpelukan. Juga Naela dan Astiti yang berada agak jauh dari mereka.
Juri Pertama : Tunggu dulu… ada satu juaara yang belum kita umumkan yaitu karya terfavorit. Ini adalah pilihan dari pengunjung yang datang disini… dan pemenangnya adalah (instrument tegang) Na..di..a…
(Merekapun saling berpelukan kembali.)

Bagian Kelima
(Instrumen lembut)
Ayunda dan kawan-kawan mendatangi keempat sahabat yang sedang bahagia itu, tangannya mengacungkan piala tinggi-tinggi… tampak dari wajah mereka kebahagiaan…
Atik, Ayunda dkk hanya saling lirik…
Namun Atul menyadari keberadaan mereka…
Atul : Ada apa? (Kata mereka dengan wajah penasaran)
Atik : (berdehem) eee, selamat… kalian udah menang kontes lukis ini. (sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman)
Atul : Iya sama-sama…. (menerima tangan Atik)
Ayunda : kami jugaa mau minta ma…af atas perbuatan kita kemaren…
Retty : Kita pikir,bersikap sportif tentu lebih baik daripada menatap sinis dan itu membuktikan bahwa kita seorang pecundang… untuk itu kami minta maaf pada kalian…
Vhevhe : Aku juga, aku rasa perbuatan kita saat itu memang keterlaluan…
Naela : tidak kita… (belum selesai Naela meneruskan perkataannya namun Atul mencegahnya)
Atul : Tenang saja kita sudah memaafkan kalian, kita juga berterima kasih pada kalian sudah menyadarkan kita bahwa mimpi itu memang harus dikejar.
Atik : Alhamdulillah… aku harap kita bisa berteman…
Atul : Tentu (Sambil merangkul pundak Atik)
Atul menyanyi, yang lainnya mendengarkan dengan senyum bahagia
Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui
Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa satria
Yang mau memaafkan
(Menyanyi bersama)
Betapa bahagianya
Punya banyak teman
Betapa senangnya
Betapa bahagianya
Dapat saling menyayangi
Mensyukuri karunia-Nya
The End
Penampilan luarmu sama sekali tidak mempengaruhi potensi yang kamu miliki. Biarlah mereka berkata tidak, namun hatimu harus berkata iya. Tetap lakukan yang terbaik, jangan pedulikan mereka yang menilai dirimu dari luar. Sesungguhnya mereka tak pernah tahu dirimu seperti apa. Jadi, jangan pernah takut bermimpi!












  

Comments

Popular Posts