Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Semua Bisa Menulis, Mari Menulis!
Semua Bisa Menulis, Mari Menulis!
(Berkarya tanpa Takut Salah)
![]() |
Sebagian orang begitu mudah menulis keluh kesahnya di media sosial,
membuat status tentang kegiatan sehari-harinya atau bahkan menyindir orang lain
yang tidak enak hati padanya. Namun, ketika dihadapkan untuk membuat sebuah
tulisan yang lebih baik dalam arti manfaatnya, mereka merasa susah. Menulis
artikel atau berita, misalnya.
Seringkali muncul pertanyaan, “Pengen nulis, tapi masih bingung
gimana?” atau pertanyaan seperti “Bingung mau nulis apa? Terus kalau udah
ketemu topiknya kadang suka bingung nyusun kata-katanya?” Sebenarnya sederhana
saja, asal ada niat dan konsisten pada diri serta tujuan, bukan tidak mungkin
lagi kita bisa menulis.
Seperti menulis status di media sosial, meluapkan kegelisahan dalam
hidup. Menulis artikel atau berita juga begitu, yaitu memulai dari kegelisahan
kita. Menuangkan gagasan yang sedang dipikirkan dan dirasakan, untuk kemudian
diekspresikan melalui kata-kata.
Masalah lainnya seperti susahnya mempertimbangkan kata-kata yang
dipakai, juga salah satu penyebab urungnya seseorang menuliskan tulisannya,
padahal topik sudah terpikirkan. Orang tidak akan merasakan manisnya kemenangan
bila tidak tahu pahitnya pertempuran itu sendiri. Karena itulah, kita tidak
akan tahu hasil tulisan akan bagaimana, jika belum menulis. Maka, mencoba
adalah jawaban utamanya. Memulai dengan mengkonversikan Bahasa lisan kedalam
tulisan. Apabila dilakukan dengan rutin sangat mungkin kita akan terlatih.
Tentu harus ada dasar disetiap tulisan. Orang bilang, “Apa yang di
baca akan berpengaruh terhadap tulisan,” jelas bukan hanya sebuah gurauan
belaka, tetapi memang adanya seperti itu. Membaca berarti ia menyerap apa yang
di baca, dengan begitu sama saja kita memberi makan otak kita. Menulis artinya
menuangkan pikiran kedalam tulisan, sedangkan pikiran ada dalam otak. Masalah
bagaimana respon orang lain saat membaca itu urusan nomer kesekian, karena yang
paling utama adalah kita sudah menulis. Apapun alasannya.
Siapa yang rutin membaca, maka akan bisa menulis. Bukan hanya
membaca teks, tetapi juga membaca lingkungan (situasi). Menghidupkan sense
dalam diri, pada akhirnya kita akan mudah dalam mencari topik yang ingin
ditulis. Misalnya tentang diri kita, atau permasalahan orang lain, atau bahkan
mengkritisi tentang sistem politik yang ada. Tidak akan jadi tulisan jika tidak
di tulis. Bukan masalah tidak dapat menuangkan tulisan, tapi memang tidak
ditulis. Jadi syarat utama menulis adalah menulis meski harus dipaksa. (igip)
Sidoarjo, 28 September 2018
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment