Personal Document
Entah mengapa banyak orang yang menyukai senja, katanya Indah, Menarik, dan Menenangkan. Sebagian mengatakan senja mengingatkan mereka dengan masa lalunya, mantan namanya. Aku menyetujui pendapat pertama, memang indah dan menarik apalagi menenangkan. Warna merah dan gabungan warna lainnya membuat langit terlihat begitu indah, bila di dukung dengan cuaca yang cerah, aku yakin siapapun akan jatuh cinta. Akhirnya, aku tahu alasan mereka mengagungkan senja.
Tapi tahukah kau, senja berarti menjelang malam. Entah, tentang usia senja, atau tentang waktu yang mulai senja. Maksudku, senja berarti dimana peralihan dari penuhnya sinar matahari menjadi tidak ada sama sekali. Jika usia senja maka berarti mulainya menurunnya aktifitas, mulai berkurangnya kemampuan dan beberapa hal lainnya.
Perlu diketahui setiap orang bekerja pasti akan kembali setelah senja. Petani bekerja sangat keras di siang hari, dan kembali saat senja. Pedagang di pasar juga begitu, ia berangkat berniaga pada pagi buta dan kembali kala senja. Iya, Begitu.
Bagiku senja berarti aku harus kembali, aku harus kembali kerumah. Atau pada artian lain, senja harus bangun dari tidur siang yang nyaman.
Minggu lalu, tepat saat masa senja bagiku. Saat dimana aku harus pulang dan memulai kehidupan seperti biasanya, rutinitas yang sama dan membosankan.
Cerita berawal pada dua minggu sebelumnya, saat aku mencoba peruntungan untuk berhijrah. Setelah memantapkan hati untuk menuntut ilmu di lain tempat, ya tentu harus melibatkan Allah didalamnya. Hari pertama penuh dengan ketidaknyamanan akibat kerinduan diri pada rumah. Hari pertama dan beberapa hari setelahnya, aku bahkan lebih banyak berdiam, sibuk menata diri atau hati lebih tepatnya. Ya, aku harus berubah begitu pikirku. Tidak mungkin aku hanya di rumah untuk selamanya. Dunia sangat luas, tidak cukup bila hanya pandang dari jendela rumah.
Hari berlalu, aku mulai memiliki banyak teman, kadang bertemu teman yang lebih daripada diriku, membuat mental menurun merasa inverior. Namun, diri ini berusaha untuk mengambil ilmu darinya. pada akhirnya menjadi sebuah kebutuhan untuk selalu belajar dari orang-orang tersebut.
Mulai kemudian, aku mencoba keluar dari zona nyaman dan mengikuti situasi yang ada, berujung pada aku menyukai situasi itu, kemudian menginginkannya lebih, lagi dan lagi. Menyenangkan.
Sayangnya kemudian aku sadar, aku harus kembali pulang. "Bukannya aku ingin pulang kemarin?" sepertinya tidak untuk sekarang. Akhirnya, aku harus bangun dari mimpi di siang hariku, hari sudah senja dan aku harus kembali dengan rutinitas yang membosankan itu.
(Pare, 7 September 2018)
|
Late post nih, gpp ya tan. Kenangan itu seperti tak peduli kapanpun boleh diingat. Ganbatte cuy😍
ReplyDelete